Home > Artikel > LIMBAH MINYAK (Minyak Goreng)

LIMBAH MINYAK (Minyak Goreng)

April 16th, 2009 Leave a comment Go to comments

Artikel Limbah – Daur Ulang Limbah Minyak Goreng menjadi bahan bakar bio-Diesel

1. Pendahuluan

Limbah minyak goreng nabati yang dibuang dari industri pengolahan makanan dan pedagang makanan serta rumah tangga di Jepang diperkirakan 400.000 ton per tahun. Limbah minyak goreng yang dikeluarkan dari industri pengolahan makanan dan pedagang makanan dikumpulkan oleh perusahaan pengumpul dan kemudian didaur ulang menjadi sabun, cat dan pakan hewan. Waktu itu limbah minyak goreng di rumah tangga dibuang sebagai sampah umum, akan tetapi akhir-akhir ini telah terdapat kesadaran perlindungan lingkungan hidup dan kesadaran daur ulang serta penggunaan kembali sumber bahan alam. Saat ini terdapat perkembangan pergerakan masyarakat untuk mendaur ulang limbah minyak goreng yang berasal dari rumah tangga menjadi Bio-diesel Fuel(BDF) atau bahan bakar bio-diesel.

Sebagai salah satu usaha pencegahan pemanasan bumi, penggunaan bahan bakar berbasis biomass telah dicanangkan di beberapa tahun terakhir sebagai isu penting. Penyebaran teknologi penggunaan bahan bakar minyak nabati akan meningkat pada tahun-tahun belakangan ini dan telah menjadi kenyataan dan akhirnya banyak memverifikasi teknologi maju ini dan memperkenalkannya secara luas. Dan juga dikembangkan emisi zero pada limbah makanan, hal ini akan membantu penurunan emisi CO2 atau karbon dioksida dan penanggulangan pemanasan bumi. Sementara ini banyak rujukan tentang kajian biomass dan bahan bakar bio-ethanol, penelitian ilmiah sosial pada bahan bakar bio-diesel telah digalakan di Jepang. Disini dibahas daur ulang limbah minyak goreng dan penggunaan bahan bakar bio-diesel dalam bidang pertanian dalam arti luas.

2. Pengumpulan minyak goreng bekas dari industri makanan

Pembuangan limbah minyak goreng sebagian besar berasal dari minyak goreng nabati, total limbah tersebut di Jepang diperkirakan sebanyak 410.000 ton per tahun. Kurang lebih sebanyak 260.000 ton berasal dari para pengelola atau pedagang makanan seperti pabrik makanan, restoran dan pabrik tahu, sedangkan separuh lainnya 250.000 ton berasal dari limbah rumah tangga. Limbah minyak goreng berasal dari pedagang makanan dikumpulkan oleh pedagang pengumpul minyak goreng bekas. Sementara yang beasal dari rumah tangga dikumpulkan sebagian dengan alasan peningkatan kesadaran lingkungan hidup, akan tetapi kebanyakan dari limbah tersebut telah memadat dan dibuang dengan cara yang sama seperti sampah dapur lainnya.

Limbah minyak goreng sebanyak 260.000 ton yang dikumpulkan dari pedagang makanan di daur ulang untuk bahan dasar sabun, pupuk, pakan hewan dan cat. Pada tahun 2002 sebanyak 20.000 ton limbah minyak goreng digunakan untuk membuat bahan bakar bio-diesel dan boiler dan sebanyak 400.000 ton digunakan sebagai bahan baku untuk industri sabun, minyak dan cat, dan sekitar 200.000 ton untuk pakan hewan. Pada tahun yang sama sekitar 10.000 ton limbah minyak goreng dari rumah tangga didaur ulang untuk tujuan industri dan pembuatan bahan bakar.

Dari beberapa daerah telah terjadi peningkatan kesadaran bersama dalam pengumpulan dan pendaur-ulangan limbah minyak goreng ini sehingga pada tahun 2006 telah peningkatan menjadi 20.000 – 30.000 ton. Maka dari itu kemungkinan limbah minyak goreng yang dapat dikumpulkan menjadi 100.000 ton per tahun. Minyak ini dapat didaur ulang dengan memisahkan minyak hewani dan bahan tambahan lainnya dengan cara memanaskannya di sebuah oven reaktor untuk mendehidrasinya dan menambahkan methanol (methyl alcohol), sebagai katalis. Lalu akan diperoleh methyl ester dan gliserin.

3. Kegiatan percontohan di Kyoto

Kota Tokyo tempat dimana dilahirkannya Kyoto Protocol pada tahun 1997, telah bekerja meminimalkan turunan sampah dan mendaur ulang limbah minyak goreng melalui kerjasama antara pemerintah setempat dengan masyarakatnya. Pada bulan November 1996 “Kyoto Minicipal Council for Promotion of Garbage Reduction” telah didirikan oleh penduduk, pedagang, dan pemerintah setempat. Dengan menggerakan penduduk yang berdedikasi di berbagai daerah, pemerintah setempat telah mengumpulkan 13.000 liter limbah ninyak goreng dari rumah tangga dalam waktu setahun dan juga setiap tahun telah membeli limbah minyak goreng yang berasal dari pabrik pengolah makanan, restoran dsb sekitar 1.400.000.000 liter dari pedagang pengumpul. Kemudian Kyoto setiap tahunnya memproduksi bahan bakar bio-diesel berasal dari 1,5 juta liter limbah minyak goreng yang dikerjakan di tempat produksi bio-diesel berlokasi di Fushimi-ku, Kyoto. Kyoto menggunakan bahan bakar bio-diesel (kemurnian 100%) sebagai bahan bakar untuk 220 truk sampah. Pada bulan April 2000, telah dimulai penggunaan bahan bakar campuran 20% bakar bio-diesel untuk bahan bakar sekitar 80 bus kota. Menurut Bidang Perencanaan Daur Ulang, Biro Lingkungan Hidup, Pemerintah Derah Kyoto, tidak ada prefektur lain yang menggunakan bahan bakar bio-diesel sebanyak 300 kendaraan, Kota Kyoto merupakan kota yang paling banyak menggunakan bahan bakar bio-diesel di Jepang.

4. Penggunaan bahan bakar bio-diesel di Pertanian dan perikanan

Penggunaan bahan bakar bio-diesel untuk kapal penangkap ikan, traktor pertanian, belum dilaksanakan secara besar-besaran. Beberapa telah dilaksanakan, sebagai contoh penggunaan bahan bakar bio-diesel oleh kapal penangkap ikan lokal “Kakezu-Maru”, jaringan penangkap ikan yang dipunyai oleh Mr. Yosuke Matsuo, seorang anggota Koperasi Nelayan Kota Amino, Kyotango, Prefektur Kyoyo. Sejak Mei 2006, Mr. Matsuo telah mencoba menggunakan bahan bakar yang berasal dari limbah minyak goreng untuk kapalnya. Untuk wilayah ini kegiatan pengumpulan limbah minyak goreng telah dimulai. Dia penggerak kampanye lingkungan hidup di wilayahnya sebagai presiden “Council for Protection of Nakisuna ((Quartz sand) on the Kotohikihama Beach” di Amino-machi. Hal penting yang perlu dicatat bahwa bahan bakar bio-diesel merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dapat membantu penurunan emisi karbon dioksida dan sulfur oksida. Maka dari itu Mr. Matsuo telah memutuskan untuk menggunakan bahan bakar tersebut untuk menggerakan mesin kapalnya. Kakezu-Maru biasa menempuh jarak antara Pelabuhan Ikan Asamogawa ke penempatan jaring ikan yang berjarak sekitar 1,5 km dari garis pantai. Dia juga dapat menggunakan bahan bakar bio-diesel sama seperti menggunakan bahan bakar umum sebelumnya.

Penggunaan bahan bakar bio-diesel untuk traktor pertanian dapat dilihat pada projek “Nanohana Eco-life Network” di Shin Aashi dan Aito, Prefektur Shiga dan juga di Yokohama, Prefektur Aomori, Kanayama, Prefektur Yamagata dan Kita, Prefektur Akita. Di daerah tersebut bahan bakar Bio-diesel diproduksi menggunakan minyak bijian dan limbah minyak goreng.

5. Promosi bahan bakar bio-diesel

Sangat perlu pulikasi penggunaan bio-diesel kepada masyarakat sebagai bahan pendidikan makanan, pertanian, lingkungan hidup, untuk keselamatan manusia dan bumi. Pengembangan metoda daur ulang dan sistem sosial lingkungan hidup yang berkelanjutan akan menyumbangkan penurunan emisi karbon dioksida dan pencegahan pemanasan bumi. Yang diperlukan pertama kali adalah menarik perhatian pemerintah pusat dan daerah, sekolah dan persatuan orang tua murid, masyarakat pertanian dan perikanan, koperasi konsumen dan penduduk dalam membangun sistem sosial untuk penggunaan limbah minyak goreng.

Praktek yang menarik dalam rangka penggunaan limbah minyak goreng : 1. Kegiatan yang dilakukan oleh NPO, pengumpul limbah minyak goreng di Sumida-ku, Tokyo dengan cara membuat kupon yang dapat ditukar dengan tanaman untuk ditanam di hutan Prefektur Fukushima. Metode ini dapat dipraktekan untuk mengumpulkan limbah minyak goreng untuk dijadikan bahan bakar bio-diesel yang digunakan pada kegiatan pertanian dan perikanan. 2) “Kupon sayur-sayuran atau beras” dan “Kupon ikan” yang diberikan kepada mereka yang menyetorkan limbah minyak goreng, dengan kupon yang terkumpul dapat ditukarkan dengan sayur-sayuran, beras dan ikan dari koperasi pertanian dan perikanan.

Penggunaan limbah minyak goreng dalam bidang pertanian dan perikanan menghadapi masalah tingginya biaya pengumpulan dan pemurnian. Sehingga perlu bantuan politik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pejabat berwenang yang lain. Di Jepang tidak ada subsidi harga bahan bakar yang diberikan kepada petani dan nelayan. Kebijakan baru untuk memberikan subsidi pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan untuk biaya pengumpulan dan pemurnian limbah minyak diperlukan adanya peraturan pemerintah untuk penurunan emisi CO2 dan perlindungan lingkungan hidup secara global. Perikanan membantu perokonomian regional sehingga pemerintah daerah sangat diharapkan membantu dan mendukung kegiatan pusat pemrosesan perikanan di prefekturnya.

(Sumber: Farming Japan hal 28-30, Vol 42-1, 2008)

http://atanitokyo.blogspot.com/2008/03/daur-ulang-limbah-minyak-goreng-jadi.html





Silakan Mengisikan Komentar

Hasil Pencarian dari tenangjaya.Com : metode pemusnahan limbah sampah - contoh limbah pertanian - LIMBAH MINYAK (Minyak Goreng) - contoh limbah rumah tangga - pengertian sampah b3 - pemanfaatan limbah minyak goreng bekas - pengertian limbah minyak - contoh limbah b3 di sekitar kita - contoh karakteristik limbah bahan berbahaya dan beracun - artikel limbah rumah tangga - contoh limbah b3 - artikel limbah - industri minyak goreng limbah - limbah minyak bumi - contoh limbah B3 rumah tangga - artikel pengertian limbah rumah tangga - pemanfaatan limbah minyak goreng - cara pemanfaatan limbah-limbah rumah tangga - pemanfaatan minyak goreng bekas - `artikel pengolahan makanan -
Pencarian Kata Kunci : LIMBAH MINYAK (Minyak Goreng)


Daftar pencarian mesin pencari pada situs tenangjaya.Com:
kliping mengenai kasus yang terjadi diindonesia yang dihubungkan dengan penyimpanan bahan makanan segar (1) - dampak kerusakan lingkungan hidup dan solusinya (1) - Contoh kasus pemanfaatan limbah untuk energi di Indonesia (baik skala kecil atau besar) (1) - TEORI INDUSTRI TAPIOKA (2) - artikel aspek dalam sanitasi rumah sakit (1) - pengaruh besarnya ph pada berbagai macam konsentrasi (1) - keuntungan plt sampah (1) - teori odum tentang pengetahuan lingkungan (1) - jurnal energi angin (1) - pengolahan limbah padat pabrik plastik (1) - solusi mencegah pencemaran akibat populasi manusia (1) - makalah pengelolaan limbah industri textil (1) - pengolahan sampah plastik - proses jenis daur ulang – produk kandungan bahaya (1) - makalah tentang amdal (1) - dampak pembangunan bandara terhadap lingkungan (1) - makalah ahli fungsi hutan terjadinya tanah longsor (1) - cara menanggulangi tumpukan sampah (1) - pemanfaatan sampah non organik (4) - pembuatan kerajinan dari koran bekas (1) - cara MEMUSNAHKAN sampah anorganik (1) - Lowongan kerja PT Toppan elektroplating (1) - PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK dan ANORGANIK (13) - fungsi air bagi alam (1) - multi manfaat hutan (1) - tenang jaya (28) - hubungan AMDAL dengan kepadatan penduduk (1) - PEMANFAATAN SAMPAH MELALUI PRINSIP 3R (1) - gambar mengenai akibat populasi berdampak pada kerusakan lingkungan dan solusinya (1) - limbah padat non B3 (1) - pengertian higiene peralatan (1) - distribusi pendapatan di pedesaan (1) - apakah otonomi daerah mampu mensejahterakan masyarakat (1) - cara kerja bakteri memanfaatkan energi (1) - manfaat limbah ternak bagi petani peternak (1) - Nurhasanah A T W Widodo A Asari dan E Rahmarestia 2006 Perkembangan Digester Biogas di Indonesia http://www mekanisasi litbang go id (1) - contoh kerajinan dari barang bekas (1) - http://www mekanisasi litbang go id (1) - analisis ikan asin (18) - barang apa saja yang termasuk limbah organik dan anorganik (1) - DAFTAR PUSTAKA SDA YANG DAPAT DIPERBAHARUI (1) - hubungan limbah peternakan terhadap pemanasan global (1) - cadangan ekonomi sumber daya alam hutan (1) - cara mengatasi limbah b3 dengan gas di udara (1) - manfaat limbah pangan (1) - fungsi tanah dalam tumbuhan dan produksi tanaman (1) - landasan teori mengenai pengawet makanan (1) - paper penanggulangan limbah rumah sakit (1) - fungsi air dalam tumbuhan dan produksi tanaman (1) - kesimpulan sda yang dapat diperbaharui (1) - bahan dan alat kertas semen (1) -