Home > Relevan Artikel > KONVERSI MINYAK TANAH KE BIOMASS

KONVERSI MINYAK TANAH KE BIOMASS

October 29th, 2009

RINGKASAN

Gabah dikenal dengan nama latin ORYZA SATIVA adalah famili dari rumput rumputan (GRAMINEAE) merupakan salah satu bahan makanan dari biji bijian tertua didunia yang dikonsumsi sebagian besar manusia didunia termasuk di Indonesia, dari gabah selain dihasilkan beras untuk konsumsi manusia juga didapat bekatul (dedak halus) untuk pakan ternak dan juga dedak kasar (sekam padi) pemanfaatannya belum optimal. Theoritis l kg sekam mengandung kalori 3.000 kcal/kg disbanding dengan minyak tanah 9.000 kcal/kg. bayangkan dari 52 juta ton gabah produk nasional akan didapat sekam hamper 12 juta ton setara dengan lebih dari 3,5 juta ton minyak bumi, belum energy dari tongkol jagung .
Permasalahannya yalah bagaimana energy tersebut dapat digunakan dengan aman, nyaman dan juga “bergengsi.”
Beberapa Negara tetangga kita kelihatannya sudah memulai dengan implementasi dan aplikasi conversi gasifikasi dari biomas energy, sementara kita masih berada pada sekitar penelitian dan kajian yang entah sampai kapan wallohu alam.
2007 mari kita coba konversi energy sekam dan diimplentasikan dilapangan mungkin dengan segala kekurangan kekurangannya yang harus kita lewati sebelum mencapai sasaran ,
Sejahtera Indonesiaku -zamrud hijau sekitar katulistiwa – secuil tanah dari sorga.

Wassalam.

Pendahuluan.
Bahan baker minyak secara bertahap akan diganti dengan bahan baker gas (LPG), kedepan bagaimanapun bahan baker fosil makin langka sehingga prediksi ekonomis tidak mungkin harga bahan baker fosil bisa murah, sekeliling kita di masarakat pertanian cukup banyak energy yang belum termanfaatkan secara optimal dari sekam padi, jerami, tongkol jagung, kulit kacang tanah, batang kedelai dll yang merupakan residu hasil pertanian.
Salah satu methode pemanfaatan nya yalah dengan gasifikasi dimana biomas terseut dengan pembakaran pyrolisis dikonversikan menjadi gas baker yang lebih aman dan nyaman digunakan.

Theory
Biomass energy dapat dimanfaatkan melalui tiga methode:
1. Pembakaran (burning) ini adalah cara paling tua , dimana biomas (kayu ) dll dibakar untuk dimanfaatkan sebagai sumber panas.
2. Pengarangan dan pemadatan (carbonasi and briketing) biomass dibakar tertutup dengan oxygen terbatas sehingga menghasilkan arang biomass.
3. Pengegasan (Gasifikasi) biomas dibakar dengan oxygen terbatas (30% dari pembakaran) sehingga dihasilkan syngas H2 – CO – CH4 sebagai gas baker.

Berdasar theory tersebut sebenarnya hamper semua sisa biomass dapat dimanfaatkan sebagai sumber energy terbarukan, salah satu diantaranya yang cukup potensial adalah “SEKAM PADI” sebagai hasil samping industri beras yang ketersediaanya menyebar hamper di semua kawasan dengan nilai ekonomis yang sanagt rendah ( 1 zak besar dengan berat 20 kg kadang cukup dengan uang Rp 1.000,-).

Dua Type Kompor Gas Sekam.

1.Untuk Rumah Tangga.
Standart untuk keluarga kecil dibuat dengan kapasitas 45 menit dengan isi sekam 1,5 kg dan dapat dinyalakan kembali dengan cepat dengan mengisi ulang sekam.

Bahan dan pembuatan.
Material dibuat dari plat tebal 1.5 s//d 3 mm tergantung dari tersedianya material dan biaya , model rumah tangga diatas dibuat dari plat tebal1,5- 2 mm dengan umur teknis diperhitungkan lebih dari 5 tahun (2 -3 jam/hari), unit metal blower dengan daya 15 atau 20 watt untuk penghembus oxygen dengan pengatur putaran, biaya pembuatan sangat tergantung dari tersedianya dan pemilihan bahan dalam kisaran Rp 150.000 s/d Rp 300.000,-

Pengoperasian.
Tidak terlalu sulit , langkah pertama isi sekam secukupnya, kemudian nyalakan bagian atas sekam dengan serpihan kertas, kayu atau sedikit minyak tanah, hidupkan blower dan 1 atau 2 enit kompor siap untuk digunakan, kalau nyala sudah habis buka pintu arang dibawah , keluarkan arang maka kompor dapat diisi kembali dan digunakan.

2.Untuk Industri.
Tegantung dari kebutuhan (besar panas dan waktu yang dibutuhkan), model model dibawah ini dengan beberapa penggunaan.
Unit ukuran 70 cm x 70 cm x 3 meter tinggi dengan bahan baker sekam dipasang pada ketel air untuk indutri gula mini di Wonorejo Wates Kediri.
Unit ukuran 35 cm diameter tinggi 195 cm sedang dipasang untuk diesel gasifikasi untuk pompanisasi pertanian.
Dan tentunya banyak kegunaan lainnya misalnya untuk pengering padi mengganti yang saat ini masih menggunakan bahan baker minyak tanah, pengering/ open tembakau dll.

Analisa ekonomis.
Secara sederhana dapat di ilustrasikan sbb:
- 1 liter minyak tanah bersubsidi Rp 2.5000 untuk 7.000 k kalori.
- 1 kg LPG Rp 6.250 untuk 9.000 k kkalori.
- 1 kg sekam Rp 50,- untuk 3.000 k kalori.
Dari ilustrasi diatas terlihat betapa murahnya energy biomas diatas apabila mau mengimplementasikan.

SourcedFrom Sourced from: BIOMASS ENERGY





Silakan Mengisikan Komentar

Pencarian Tags : BIOMASS MINYAK TANAH
Hasil Pencarian dari tenangjaya.Com : KEGUNAAN SEKAM PADI - artikel konversi gas - konversi energi biomas - artikel konversi - konversi minyak k gas LPG - pengolahan dan pemanfaatan bekatul - biomas minyak - KEGUNAAN LPG - artikel dari kegunaan arang kompos -
Pencarian Kata Kunci : KONVERSI MINYAK TANAH KE BIOMASS


Daftar pencarian mesin pencari pada situs tenangjaya.Com:
CONTOH perusahaan yang memiliki amdal (1) - pengaruh perubahan iklim pertanian bakteri jurnal pdf (3) - contoh perusahaan memiliki amdal (1) - kandungan batang jagung (1) - contoh susunan identifikasi dampak potensial amdal pada perusahaan (1) - skema pengolahan B3 dgn IPAL elektroplating (1) - Daftar perusahaan yang memiliki amdal (2) - contoh barang hasil produksi rumah tangga dari barang bekas menjadi barang yang bisa menghasilkan uang (1) - nilai manfaat dari tumbuhan berkayu (1) - karya ilmiah tentang daur ulang sampah (2) - kristal terusi (1) - energi alternatif makhluk hidup (1) - contoh dokumen amdal taman rekreasi (1) - baku mutu air buangan perikanan intensif (1) - sifat feces sapi (1) - CONTOH PABRIK YANG MENGGUNAKAN AMDAL (1) - makalah kasus pertanian yang mempengaruhi perekonomian indonesia tahun 2010 (1) - contoh makalah analisis kualitas lingkungan (1) - tenang jaya sejahtera (9) - LATAR BELAKANG DAUR ULANG KERTAS (1) - karakterisasi limbah medis (1) - manfaat geologi bagi pertanian (1) - kerajinan tangan dari kertas bekas (1) - Pengertian dan pemanfaatan Biogas (1) - faktor keberhasilan usaha tani (1) - jenis-jenis limbah cair (2) - proses pembuatan baterai kering (2) - makalah teknologi tepat guna pemanfaatan limabah (1) - definisi sejahtera oleh todaro (1) - rumah ramah lingkungan jurnal (1) - daun jagung sebagai bungkus makanan (1) - dampak siklus hidrologi (4) - artikel teknologi tepat guna pemanfaatan limbah (1) - pengertian (penumpukan sampah) (1) - pengolahan kertas bekas (1) - cara memanfaatkan sampah menjadi barang setengah jadi (1) - pengertian peternakan sapi (1) - pengertian penumpukan sampah (3) - teknik penanganan limbah B3 pada kolam penyimpanan (1) - dampak positif sampah anorganik (1) - contoh kerajinan tangan hasil daur ulang barang bekas (1) - faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan usaha tani (2) - artikel dampak negatif pembangunan (1) - manfaat pelestarian makhluk hidup (1) - dampak dari penumpukan sampah (2) - identifikasi boraks (1) - pengertian dan cara pengelolaan penumpukan sampah (1) - www artikel akibat erosi dan longsor bagi mahluk hidup (1) - pengertian tentang penumpukan sampah (1) - pemanfaatan radioisotop medis (3) -