Home > Relevan Artikel > Memilih Sekam dan Tongkol Jagung

Memilih Sekam dan Tongkol Jagung

October 13th, 2009

BANDUNG, KCM – Sebagai bangsa yang mayoritas makan nasi dan jagung, sudah selayaknya bangsa Indonesia ingat limbah padat pertanian yang tidak dimanfaatkan lagi atau biomassa dari padi yakni sekam dan limbah jagung berupa tongkol.

Pasalnya, mengacu pada isu pemanasan global, sekam padi dan tongkol jagung boleh jadi bakal dituding sebagai biang keladi melambungnya jumlah karbondioksida di udara jika upaya lanjutan yang dilakukan melulu dengan cara pembakaran sebagai tahap akhir pemusnahan. Ujung-ujungnya, bila kita tak pernah berusaha keras mencari manfaat lain kedua biomassa itu, peningkatan suhu berikut terlampauinya batas normal tinggi muka air laut terhadap daratan bakal gampang terealisasi di Tanah Air. Tentu, kita tidak mau Ibu Kota Jakarta segera menjadi “kota” bawah laut bukan?

Mari sejenak berhitung. Pada 2006 lalu, Indonesia mampu menghasilkan 54,66 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dari jumlah itu, menggunakan  perhitungan rendemen 65 persen, sebanyak 35,53 juta ton adalah beras.  Jadi, sisa GKG sebanyak 19, 13 ton adalah sekam.

Lalu, jagung. Seturut catatan tahun lalu, dunia berhasil memanen 680  juta ton jagung. Di Indonesia, lebih dari 28 persen yakni 800 ribu  hektare dari 3 juta lahan sudah ditanami bibit jagung hibrida.

Nah, bisa dibayangkan, kalau seluruh limbah padi dan jagung itu  dibakar, berapa banyak sumbangan gas asam arang asal Negeri Zamrud  Khatulistiwa tercinta? “Padahal, dari penelitian saya, sekam dan  tongkol jagung bisa menjadi pilihan sumber energi alternatif, tidak  cuma dibakar,” kata Prof. Dr. Herri Susanto, peraih Tanoto Foundation  Professorship Award lewat judul penelitiannya bertajuk Penyempurnaan  Teknologi Gasifikasi Biomassa sebagai Sumber Energi Alternatif yang  Ramah Lingkungan, Senin (6/8) lalu.

Jadilah, penelitian tersebut disambut baik sebagai riset yang kelak hasilnya berdampak langsung bagi banyak masyarakat sekaligus  pelestarian lingungan, menyisihkan sepuluh proposal lainnya yang sampai  ke meja tim penilai lembaga nirlaba milik konglomerat Sukanto Tanoto  itu.  Alhasil, Prof. Dr. Herri Susanto pun memperoleh penghargaan  berupa donasi Rp1,2 miliar. “Dana tersebut untuk penelitian dalam  jangka waktu tiga tahun,” kata Direktur Eksekutif Tanoto Foundation  Ibrahim Hasan dalam kesempatan pemberian penghargaan itu.

Lebih lanjut, Prof. Herri, begitu sapaan akrab Guru Besar Madya  Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) kelahiran  Madiun 27 April 1953 itu, memaparkan, penelitian yang hasil akhirnya  akan dapat memacu produktivitas pertanian mulai dari suplai listrik  pedesaan hingga pengolahan hasil itu memang belum rampung. Beserta tim  pendukung, dirinya masih berupaya mengurai problem banyaknya arang  terbuang, kandungan tar yang masih tinggi hingga masih adanya senyawa  turunan fenol yang beracun pada air limbah bekas pembersih pada proses  gasifikasi.

Sebelumnya, pada Maret 2007, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas  Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof.Dr.Ir. SM Widyastuti, M.Sc. yang  melakukan penelitian pada jamur ganoderma menerima penghargaan  dimaksud.
Penulis: primus

Sumber: Kompas Cybermedia, Kamis, 09 Agustus 2007

Posted in penelitian  Memilih Sekam dan Tongkol Jagung  Memilih Sekam dan Tongkol Jagung  Memilih Sekam dan Tongkol Jagung  Memilih Sekam dan Tongkol Jagung  Memilih Sekam dan Tongkol Jagung  Memilih Sekam dan Tongkol Jagung

SourcedFrom Sourced from: Energi Limbah





Silakan Mengisikan Komentar

Pencarian Tags : Jagung Sekam
Hasil Pencarian dari tenangjaya.Com :
Pencarian Kata Kunci : Memilih Sekam dan Tongkol Jagung


Daftar pencarian mesin pencari pada situs tenangjaya.Com:
artikel aktivitas manusia terhadap lingkungan yang berdampak negativ (1) - makalah pentingnya air tawar bagi manusia (1) - asam borax (1) - artikel pencamaran tanah (1) - contoh karya tulis ilmiah tentang biogas (1) - identifikasi formalin pada tahu (1) - jurnal komposisi modal usaha tani padi (1) - contoh masalah yang terkena amdal (1) - Artikel Pengolahan Kertas (2) - contoh usaha industri yang berpotensi berbahaya (1) - MAKALAH BAHASA INDONESIA TENTANG MANFAAT PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP (1) - analisa artikel proyek pembangunan (1) - perubahan siklus hidrologi (2) - daftar perusahaan yang sudah mempunyai amdal (1) - contoh karya ilmiah tentang biogas (1) - makalah tenaga kerja sektor pertanian (1) - dampak positif dan negatif adanya peternakan kuda (1) - saran untuk manfaat program daur ulang (2) - makalah penanganan limbah pabrik tekstil (1) - memproses limbah menjadi barang berguna (1) - pt tenang jaya sejahtera (15) - karya tulis bio gas (2) - paper siklus hidrologi (1) - makalah limbah bengkel (1) - dampak borax (1) - artikel lingkunganlimbah (1) - dampak positif dan negatif dari teknologi daur ulang limbah kertas (1) - CONTOH KARYA TULIS TENANG PROSES PRODUKSI SUATU PERUSAHAN (1) - dampak positif dan negatif dari teknologi daur ulang limbah kertas terhadap lingkungan (1) - manfaat dan fungsi hutan lindung (1) - jurnal pemasaran peternakan (1) - *bahan*bangunan*daur*ulang* (1) - pengertian asbes (1) - REKANAN RS PENDIDIKAN FAK KEDOKTERAN UNAIR (1) - makalah biogas (4) - dampak dan penyebab polusi air (1) - Manfaat hujan bagi manusia dan makhluk lain (1) - pengaruh c/n terhadap pembuatan biogas dari ampas tahu (1) - karya ilmiah daur ulang sampah (5) - amdal perusahaan (1) - definisi penyajian makanan (2) - MANFAAT HUTAN LINDUNG (3) - metode pengambilan sampel analisa makanan (1) - pengertian barang bekas (1) - cara dan bahan membuat kerajinan dari barang daur ulang koran bekas (1) - pengartian penyehatan makanan (1) - cara membuat asbes dari kertas bekas (1) - karya ilmiah daur ulang limbah kayu (1) - contoh masalah pengambilan keputusan di perusahaan indonesia (1) - USAHA MANUSIA MELESTARIKAN SDA (1) -