Home > Relevan Artikel > Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)

Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)

August 11th, 2009

Penyimpanan bahan makanan merupakan satu dari 6 prinsip higiene dan sanitasi makanan. Penyimpanan bahan makanan yang tidak baik, terutama dalam jumlah yang banyak (untuk katering dan jasa boga) dapat menyebabkan kerusakan bahan makanan tersebut. Adapun tata cara penyimpanan bahan makanan yang baik menurut higiene dan sanitasi makanan adalah sebagai berikut:

A. Suhu penimpanan yang baik

Setiap bahan makanan mempunyai spesifikasi dalam penyimpanan tergantung kepada besar dan banyaknya makanan dan tempat penyimpanannya. Sebagian besar dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Makanan jenis daging, ikan, udang dan olahannya
    • Menyimpan sampai 3 hari : -50 sampai 00 C
    • Penyimpanan untuk 1 minggu : -190 sampai -50 C
    • Penyimpanan lebih dari 1minggu : dibawah -100 C
  2. Makanan jenis telor, susu dan olahannya
    • Penyimpanan sampai 3 hari : -50 sampai 70 C
    • Penyimpanan untuk 1 minggu : dibawah -50 C
    • Penyimpanan paling lama untuk 1 minggu : dibawah -50 C
  3. Makanan jenis sayuran dan minuman dengan waktu penyimpanan paling lama 1 minggu yaitu 70 sampai 100 C
  4. Tepung, biji-bijian dan umbi kering pada suhu kamar (250C).  Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)

B. Tata cara Penyimpanan

1. Peralatan penyimpanan

a. Penyimpanan suhu rendah dapat berupa:

- Lemari pendingin yang mampu mencapai suhu 100 – 150 C untu penyimpanan sayuran, minuman dan buah serta untuk display penjualan makanan da minuman dingin.

- Lemari es (kulkas) yang mampu mencapai suhu 10 - 40 C dalam keadaanisi bisa digunakan untuk minuma, makanan siap santap dan telor.

- Lemari es (Freezer) yang dapat mencapai suhu -50 C, dapat digunakan untuk penyimpanan daging, unggas, ikan, dengan waktu tidak lebih dari 3 hari.

- Kamar beku yang merupakan ruangan khusus untuk menyimpan makanan beku (frozen food) dengan suhu mencapai -200 C untuk menyimpan daging dan makanan beku dalam jangka waktu lama.

b. Penyimpanan suhu kamar

Untuk makanan kering dan makanan terolahan yang disimpan dalam suhu kamar, maka rang penyimpanan harus diatur sebagai berikut:

- Makanan diletakkan dalam rak-rak yang tidak menempel pada dinding, lantai dan langit-langit, maksudnya adalah:

o untuk sirkulasi udara agar udara segar dapatsegera masuk keseluruh ruangan

o mencegah kemungkinan jamahan dan tempat persembunyian tikus

o untuk memudahkan pembersihan lantai

o untuk mempermudah dilakukan stok opname

- Setiap makanan ditempatkan dalam kelompoknya dan tidak bercampur baur

- Untuk bahan yang mudah tercecer seperti gula pasir, tepung, ditempatkan dalam wadah penampungan sehigga tidak mengotori lantai

C. Cara penyimpanan

  1. Setiap bahan makanan yan disimpan diatur ketebalannya, maksudnya agar suhu dapat merata keselutuh bagian
  2. Setiap bahan makanan ditempatkan secara terpisah menurut jenisnya, dalam wadah (container) masing-masing. Wadah dapat berupa bak, kantong plastik atau lemari yang berbeda.
  3. Makanan disimpan didalam ruangan penyimpanan sedemikian hingga terjadi sirkulasi udara dengan baik agar suhu merata keseluruh bagian. Pengisian lemari yang terlalu padat akan mengurangi manfaat penyimpanan karena suhunya tidak sesuai dengan kebutuhan.
  4. Penyimpanan didalam lemari es:

a. Bahan mentah harus terpisah dari makanan siap santap

b. Makanan yang berbau tajam harus ditutup dalam kantong plastik yang rapat dan dipisahkan dari makanan lain, kalau mungin dalam lemari yang berbeda, kalau tidak letaknya harus berjauhan.

c. Makanan yang disimpan tidak lebih dari 2 atau 3 hari harus sudah dipergunakan

d. Lemari tidak boleh terlalu sering dibuka, maka dianjurkn lemari untuk keperluan sehari-hari dipisahkan dengan lemari untuk keperluan penyimpanan makanan

  1. Penyimpanan makanan kering:

a. Suhu cukup sejuk, udara kering dengan ventilasi yang baik

b. Ruangan bersih, kering, lantai dan dinding tidak lembab

c. Rak-rak berjarak minimal 15 cmdari dinding lantai dan 60cm dari langit-langit

d. Rak mudah dibersihkan dan dipindahkan

e. Penempanan dan pengambilan barang diatur dengan sistem FIFO (firs in first out) artinya makanan yang masuk terlebih dahulu harus dikeluarkan lebih dulu

D. Administrasi penyimpanan

Setiap barang yang dibeli harus dicatat dan diterima oleh bagian gudang untuk ketertiban adminisrasinya. Setiap jenis makanan mempunyai kartu stock, sehingga bila terjadi kekurangan barang dapat segera diketahui.

Tulisan Terkait:

Penyimpanan dan Pengangkutan Makanan

Penyajian Makanan

Sumber:

­­­­Depkes RI. Penyehatan Makanan dan Minuman, 1999.

Purawidjaja, Enam Prinsip Dasar Penyediaan Makan di Hotel, Restoran dan Jasaboga, 1995

 Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)  Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)  Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)  Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)  Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)  Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)

SourcedFrom Sourced from: Kesehatan Lingkungan

Informasi Artikel Situs tenangjaya.Com:
pengolahan produk dan cara pengolahan sorgum (17) - macam-macam penyimpanan bahan makanan (13) - kliping hygiene (5) - pengelolaan limbah industri makanan dan minuman (5) - tujuan penyimpanan bahan makanan (5) - PENGERTIAN penyimpanan produk (4) - pengertian penyimpanan bahan makanan segar (4) - cara penyimpanan bahan makanan olahan (3) - teknik penyimpanan bahan makanan alami (3) - pengertian makanan basah (3) - penyimpanan bahan makanan basah (3) - suhu gudang untuk menyimpan minyak (3) - prinsip penyimpanan bahan makanan segar (3) - suhu menyimpan makanan biji-bijian (3) - penyimpanan makanan olahan buah (3) - skripsi tata boga (2) - suhu penyimpanan barang (2) - pengertian kulkas dan fungsinya (2) - definisi kulkas (2) - sistem penyimpanan makanan (2) - macam-macam bahan sanitasi (2) - pengertian penyimpanan bahan makanan (2) - jenis-jenis minuman hotel (2) - pengertian stok dalam penjualan makanan (2) - kasus higine sanitasi yang terjadi dihotel (2) - prinsip fisika dalam ice cream maker (2) - gambar & penjelasan artikel jasa boga (2) - lemari penyimpanan daging dan sayur (2) - prinsip utama food hygiene (2) - faktor yang mempengaruhi sanitasi makanan (2) - macam 2 jenis hotel (2) - sanitasi dalam biologi adalah (2) - pengertian penyimpanan bahan makanan kering (2) - pengertian hygiene makanan (2) - artikel fungsi penyimpanan barang dan jasa (2) - pada suhu berapa bahan makanan di simpan dalam gudang (2) - TUJUAN DAN MANFAAT HYGIENE MAKANAN (2) - makalah sanitasi dan hygiene (2) - cache:oeiSr2avyvAJ:www tenangjaya com/index php/relevan-artikel/penyajian-makanan-prinsip-food htm kasus-kasus sanitasi yang terjadi dihotel (2) - teknik penyimpanan bahan makan (2) - teknik penyajian makanan dari ikan (2) - waktu penyimpanan bahan makanan segar (2) - teknik menyimpan bahan makanan yg baik (2) - jurnal hygiene sanitasi rumah sakit (2) - cara penyimpanan makanan untuk resto (2) - makalah nutrisi (2) - pengertian sanitasi biologi (1) - pembuatan lemari es non listrik (1) - pengertian rak makanan (1) - Penjelasan tentang Bahan kering (1) -


Silakan Mengisikan Komentar

Hasil Pencarian dari tenangjaya.Com : Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene) - Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene) adalah - artikel sanitasi makanan - sanitasi makanan dan minuman - hygiene makanan - artikel hygiene - hygiene di restoran - Artikel Sanitasi - higiene sanitasi makanan - artikel penyimpanan bahan makanan - artikel hygiene restoran - artikel penyimpanan makanan - artikel tentang hygiene - artikel food hygenie - artikel hygiene makanan - artikel food hygiene - artikel tentang hygien dalam restoran - pemanfaatan limbah hotel dan restoran - artikel tentang higiene daging - artikel sanitasi dan hygiene -
Pencarian Kata Kunci : Penyimpanan Bahan makanan (Prinsip Food Hygiene)

Sponsor Link: Jasa Unlock Blackberry Murah


Daftar pencarian mesin pencari pada situs tenangjaya.Com:
latar belakang makalah produksi tahu (1) - IJIN ANGKUT B3 (1) - makalah bahasa indonesia universitas yogyakarta tentang peranan air bagi makhluk hidup (1) - makalah pengaruh air terhadap jalan raya (2) - DASAR PERHITUNGAN PEMAKAIAN AKI (1) - alat pengelola limbah emisi mesin (1) - mesin pengolah kertas (2) - cara menanggulangi bahaya perkembangan biologi (1) - Efisiensi harga (1) - Elastisitas faktor produksi (1) - pengolahan jagung di bidang teknologi (1) - hygiene hotel (2) - infiltrasi air (1) - proposal penelitian pencemaran lingkungan air (2) - contoh b3 laboratorium (1) - cara membuat biogas dari sampah daun (1) - pengertian sampah menurut pemerintah (1) - karya tulis tentang manfaat daur ulang (1) - tanaman penghasil listrik (1) - jurnal penelitian pemasaran komoditi karet (1) - konsep k3 rs (1) - manfaat semut hitam (1) - usaha membuat sawit subur (2) - penelitian ilmiah pemanfaatan sisa sayuran untuk pupuk (1) - tahap pembentukan gas methana (1) - parameter kualitas air bawah tanah atau sumur (1) - pengolahan limbah padat dan cair tekstil (1) - gambar wujud limbah (1) - penanganan limbah gas dan partikel (1) - jual pasta tembaga (1) - jual genset murah jogja (1) - pasta tembaga (1) - kandungan perekat ramah lingkungan (1) - hubungan gas metan dengan padi (1) - artikel tentang undang-undang 41 tahun 2007 (2) - pengolahan limbah: menggunakan mikroba untuk mendaur ulang air (1) - Latar belakang tentang pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan batang jagung (1) - desain membuat biogas rumah tangga (2) - kompor gas limbah rumah tangga (1) - pengolahan limbah: menggunakan mikroba untuk mendaur ulang air (1) - pengaruh faktor biologi terhadap produksi tanaman (1) - kandungan kimia macam2 minyak diesel (1) - syarat rumah kompos (1) - faktor produksi tanaman (1) - kendala sumber daya air medan (1) - analisis perumusan masalah (1) - pengertian limbah tahu (1) - kadar biogas ternak sapi (1) - distributor surabaya alat pengolah limbah ruma sakit (1) - contoh explosive (3) -